Java - Indonesian


Senin, 21 Januari 2013

Sega Gurih + Endog Abang Sekaten Jogja

Foto oleh : Aan Prihandaya + Chandra Surya


 03a.jpg

Sekaten adalah salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh Kraton Kasultanan Yogyakarta dan kemudian berkembang menjadi pasar rakyat. Acara ini diselenggarakan di alun-alun utara. Berbagai stand pendukung seperti arena permainan, penjual alat rumah tangga, baju dan kuliner dapat ditemui di pasar malam sekaten. Acara yang berlangsung selama satu bulan penuh ini selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar Yogyakarta. Pada dasarnya, inti dari rangkaian acara sekaten dimulai pada tanggal 5 bulan Maulud, yaitu Miyos Gangsa. Dua perangkat gamelan milik Kraton Yogyakarta yaitu Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu dikeluarkan dari tempat penyimpanannya di bangsal Sri Manganti, kemudian dibawa ke halaman Masjid Agung Yogyakarta yang berada di sebelah barat alun-alun utara. Setiap hari pada jam tertentu kedua gamelan tersebut dibunyikan. Hingga nanti pada tanggal 11 bulan Maulud dibawa masuk lagi ke dalam kraton. 

01.jpg

Gamelan Kyai Guntur Madu dibunyikan di halaman Masjid Agung



Tradisi menarik yang tidak pernah hilang pada saat Miyos Gangsa adalah maraknya pedagang Sega Gurih (nasi gurih). Sega gurih adalah nasi yang dimasak dengan santan, garam, dan daun salam. Kemudian dihidangkan dengan berbagai lauk seperti kacang kedelai, kacang tanah, rese (kulit udang kering) yang kesemuanya digoreng. Kemudian ditambah sambal goreng krecek dengan lalapan daun kemangi, ketimun, dan kobis (kol). Tentunya yang tidak ketinggalan adalah suwiran ingkung ayam.
Satu porsi sega gurih disajikan dalam pincuk (alas makan dari daun pisang) yang berisi nasi gurih ditaburi lauk dan lalapan. Namun jangan berharap untuk kenyang karena nasi gurih yang dijual di sini hanyalah untuk simbol. Konon, sega gurih dianggap sebagai simbol keberkahan dan kemakmuran. Sejak manusia lahir ke dunia Tuhan telah menyediakan kelimpahan untuk kehidupan manusia dan semuanya diserahkan kepada manusia untuk dikelola dengan baik.
Selain sega gurih, ada lagi satu makanan yang selalu muncul pada saat sekaten yaitu Endog Abang. Endog abang yang berarti telur merah adalah telur ayam biasa yang direbus kemudian kulitnya dicat warna merah. Telur merah ini ditusuk dengan ruas bambu dan dihias sehingga terlihat menarik. Jaman dahulu ada perasaan bila datang ke sekaten tanpa membeli endog abang rasanya belum ke sekaten.
Endog abang tidaklah sekedar telur ayam yang diberi pewarna merah. Ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Endog atau telur melambangkan kelahiran. Abang atau merah bermakna kesejahteraan. Sedangkan ruas bambu panjang  adalah hubungan vertikal dengan Sang Pencipta. Sehingga secara kesatuan endog abang bermakna sebagai simbol kelahiran kembali untuk masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera dengan tetap berpedoman kepada garis yang ditentukan oleh Tuhan.
Endog abang biasanya dijual berbarengan dengan kinang, yaitu kebutuhan untuk menyirih. Suruh (daun sirih) diterjemahkan menjadi "ngangsu kawruh" atau menimba ilmu. Konon menurut kepercayaan Jawa, nginang atau menyirih yang dilakukan pada saat gamelan dibunyikan dapat memberikan berkah. Sego gurih, endog abang dan kinang biasa dijual di pelataran Masjid Agung. 





10.jpg
'Paket' Kinang yang terdiri dari daun sirih, tembakau, injet (kapur sirih), gambir dan bunga kanthil





.


Selain sega gurih dan endog abang, masih banyak makanan yang biasa dijual di pasar rakyat sekaten, meskipun tidak ada makna yang berkaitan langsung dengan tradisi. Sudah wajar, para pedagang akan mendatangi keramaian dan mencoba peruntungan di sana. Jajanan yang khas di arena sekaten antara lain bolang-baling, onde-onde, donat dan aneka gorengan. Tak ketinggalan tentunya adalah arum manis atau permen kapas. Warnanya yang menarik, dan rasanya yang manis banyak digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Sekaten atau pasar malam sekaten dengan segala pernak-perniknya adalah wujud dari kecintaan dan upaya melestarikan budaya dan tradisi leluhur. Antusiasme masyarakat yang masih berminat datang meramaikan sekaten di tengah keaneka ragaman bentuk  hiburan modern saat ini patut diapresiasi. Atau, barangkali Anda ingin bernostalgia untuk mencicipi pesta rakyat dengan sajian kuliner sego gurih dan endog abang di sekaten mendatang.. 



03.jpg




Ingkung, daging ayam yang dimasak utuh.





04.jpg

Kacang kedelai hitam, salah satu lauk yang mendampingi sega gurih.




14.jpg





Sambal goreng krecek. 






05.jpg

Sabar menunggu pembeli.





06.jpg

Pedagang endog abang dan kinang berjajar di depan Masjid Agung.







07.jpg

Menghias endog abang.



09.jpg

Dibungkus plastik untuk dibawa pulang.



11.jpg

Arum manis, salah satu makanan khas yang dijual saat sekaten.




12.jpg





Onde-onde, bolang-baling, donat dan berbagai gorengan mengundang selera pembeli.







13a.jpg 






Tak lupa menikmati kehangatan wedang ronde menjelang pulang

Jumat, 18 Januari 2013

       Aku menulis ini ketika kau sedang melakukan sesuatu, memainkan wayanganmu mungkin?
atau sedang bercengkrama dengan kucing penjaga kamarmu?
ya.. apapun itu, aku berharap kau dalam keadaan sehat-sehat saja
kondisi yang baik..

        Aku ingin mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan kita yang begitu banyak
yang tak mungkin ku ingat satu per satu karna begitu banyaknya
yang pernah kita lakukan, kita lewati.. kita hadapi bersama..
panas, terik, hujan.. pagi.. siang.. malam..

     Aku tak tau harus mulai dari mana..
tapi akan ku tulis semua yang masih tersimpan dalam ingatanku
walau dulu sempat terlupakan karna sesuatu.
ketika pertama kali, kau ajak aku mengitari Jakarta, menanti Senja di Ragunan,
makan malam di Lesehan pinggir jalan, Mengantar Budhe ke GKJ,
menonton wayangan di TIM, sampai memaksakan pergi ke Dufan,
walaupun hujan.. mencari tempat fotokopi karna ingin dapat
setengah harga sampai tanya kesana kemari..
heuheuheu.. tapi aku bahagia..

     Kau selalu berusaha untuk membuatku bahagia, dan kau tau?
kau telah berhasil.. bahkan lebih dari apa yang kau perkirakan..
semuanya memang tidak akan bisa terulang kembali..
walaupun aku merindukan semuanya ..
menyisiri rambutmu yang super kusut, hingga aku nyaris menyerah
dan akhirnyapun menyerah..
masuk mall dengan Sandal Jepit birumu, main roller coaster di parkiran mall..
bagiku.. its so fun..
mengitari Monas.. hujan-hujanan.. nonton film..
sampai harus bermalam di Sevel..

     Terlalu banyak kenangan kita.. sampai aku tak sanggup menuliskannya
aku tak ingin berlama-lama menangisi kenangan kita yang terlalu indah..
Aku harap kau disana baik-baik saja..
Kau telah menitipkan sesuatu padaku..
ia akan hidup.. tumbuh besar.. hingga ia akan mengenalimu.. lewat ceritaku
aku akan menjaganya.. kau tenang saja..
walaupun sendiri.. aku pasti bisa..




Rabu, 16 Januari 2013

Si Comel Hueey

Dirumahku sekarang tinggal 2 ekor kucing kampung yang hyperaktif
beserta Ayah Ibunya yang hoby memburu tikus-tikus dapur..
kehadiran mereka memang tak di senangi oleh Ibu tuan rumah
namun aku tetap saja ngeyel untuk mengadopsi mereka hehehe..
aku memang tak punya panggilan khusus untuk kucing-kucing kampungku itu..
tapi mereka semua penurut setiap aku panggil dengan sebutan..
"mpusssshhhh" xixixxii

ayo kita perkenalkan satu per satu anggota keluarga kecil di rumahku ..

si Mother beserta 2 anak nya yang comel-comel hehehe..

 naaah.. ini si Father, haha Babeh dari si comel-comel :D
si jantan yang satu ini sangat manja sama majikannya..
makannya aja pengennya disamain sama kucing ras persia xixixi



kalo yang ini si Jantan kecil yang masih mungil..
dia hyperaktif.. suka jailin adiknya si betina putih :D

naaah ini dia si betina mungil yang ekornya cantel hehe..
aku menyebutnya si cantel karna ekornya yang gak panjang :D

banyak lagi tingkah-tingkah mereka yang aku abadikan dalam jepretan

ga kalah lucu kan dengan kucing ras mix :D

makanannya juga ga mau kalah sama kucing yng ber-ras xixixi
si comel-comel ini termasuk kucing yang rewel juga, di kasih ikan ogah-ogahan heuheu..


hmm.. nyam..nyaam.. enyaaakkk!!!

zzzzz.... zzzzzzzzzzzz......


njilat time... slllpppppp......











Senin, 24 Desember 2012

De Javaanse Godin Van Der Zuidzee



Once upon a time, there was a beautiful princess named Kadita. Because of her beauty she was called Dewi Srengenge which mean The beautiful sun. Her father was King Munding Wangi. Although he had a beautiful daughter he always unhappy because he always expected to have a son. The King decided to merry Dewi Mutiara, and he had a son from her. He was very happy. Dewi Mutiara wanted her son to become a king in the future so she must make sure for it. Dewi mutiara came to the king and asked him to send away his daughter. Of course, the king did not agree. "It is ridiculous, I will not allow any body doing such cruel thing to my daughter", said King Munding Wangi. When she heard the answer, Dewi mutiara smiled and said a sweet thing until the king has not anger anymore. However, she kept her bad intention deep in her heart.

In the morning before the sun raised, Dewi Mutiara sent her maid to call a black magician. She wanted the black magician to curse Kadita, her step daughter. " I want her beautiful body full with scabies and itch. If you succeeded I will reward you with the present you never thought before". The black magician did the queen order, in the night Kadita body has been full with scabies and itch. When She waked up , she found her body was smell stinky and have a ulcer all over her body. The beautiful princess cried and did not know what to do. 

When The King heard he was very sad, he invited many physician to cure her daughter illness. Day by the day nobody could cure her daughter. He realized that her daughter illness it was not a ordinary illness someone must send a curse or magic spell. His problem became more difficult when the Queen Dewi Mutiara forced him to send away her daughter. "Your daughter will bring a bad luck to whole country, said Dewi Mutiara. The king did not want her daughter become a bad rumour in whole country. Finally he must agree to send her only daughter to leave the country.  The poor princess went alone, she didn't know to where she should go. She almost could not cry anymore. She had a nobble heart. She did not have any bad feeling with her step mother, instead she always asked the God to accompany her passed her suffer.  Almost seven day and seven night she has walked until she came to south ocean. She looked at the ocean. It was so clean and clear, unlike other ocean which have a blue or green colour. She jumped onto the water and swim. Suddenly when the south ocean water touched her skin there was a miracle happened. Her ulcer has gone and there was no sign that she has ever had a scabies or itch. Even more she became more beautiful than before. Not only that she has a power to command whole of the south ocean. Now she became a fairy called Nyi Roro Kidul or The Queen of South Ocean who lived forever. 

 This is the most spectacular legend until now in the modern life even when you read this story, many people from Indonesia or from other country has admitted that they have met the beautiful fairy queen wear a traditional dress of Java. One of the famous beach hotel has made a suit room specially for her.

Minggu, 16 Desember 2012

Pasangan Kompak

Yogyakarta , Our Palace 


Namanya Oreo dan Bonito . 
Oreo si Jantan Putih yang kekar, hyperactive, rakus makan.. dan paling rakus
diantara kaum-kaum kucing yang lain, sampai mendapat julukan
si Gembul..
si Betinanya bernama Bonito, akrab di panggil Bon-Bon
si Binal yang satu ini badannya paling kekar dan bugar dibanding
dengan betina-betina di sekitarnya



Kompak sekali xixixi ~
Gembul dan Bonbon melihat sesuatu di Jendela ruangan itu
ada apakah gerangan? 

lagi pada siap-siap terbaaaaaang...
supermiiiiiiiiiiiii..... :D

*clinguk


*ngendus-ngendus bokong Bonbom

bonbon ngantuk pingin bobo...

Bonbon : mbul mbul cepet liat kamera, kita mau di poto!


Kamis, 13 Desember 2012

BATARI

Gadis Cantik muda, santun... Lelaki mana yang tidak tertarik padanya..
paras yang ayu.. tutur kata yang lembut.. membuatnya di segani oleh
rekan2 sebayanya.. dan di lingkungan sekitarnya..
diluar lingkungan dia sangat pandai dalam bergaul, mudah beradaptasi.
tak sedikit lelaki yang mendekatinya.. yang ia anggap terbaik ia pilih untuk
dijadikan teman dekatnya, namun seringnya keliru apa yang telah ia pilih..
Sejatinya, ia sudah di tetapkan pada satu pilihan yang kelak akan mendampinginya
Lelaki yang akan menjadi pendamping hidupnya. dan itu sudah berlangsung lama
sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar.
Namun semakin beranjak dewasa, ia mengerti.. kebahagiannya bukan
apa yang sudah di tetapkan.. tapi apa yang akan di tetapkan olehnya
bukan bahagia atas pilihan, tapi bahagia atas memilih.. dan terpilih..
kerap kali ia dipandang rendah atau angkuh oleh lelaki yang pernah ditolak nya
atau lelaki yang merasa tersakiti olehnya
namun itu semua tak jadi beban untuk hidupnya..
karna Hidup... berhak untuk memilih yang terbaik diantara yang baik.
Lumrahnya seperti itu..
Lain cerita dalam lingkungannya, ia terlihat seperti perempuan lugu
pendiam, patuh terhadap yang memerintahnya
apapun yang harus dilakukan, ia laksanakan..
apa yang menjadi kewajibannya, ia kerjakan..
perbandingannya sangat jauh.. dalam dan luar lingkungannya
seperti menjadi diri sendiri dan oranglain.
memerankan 2 karakter yang berbeda..
diantara protagonis atau antagonis
namun antagonis sendiri belum tentu jahat
ia belum menemukan jati diri, siapa dia sebenarnya..
ia belum menemukan tujuan untuk apa ia hidup..
banyak lelaki yang pernah masuk dalam hidupnya..
yang senantiasa menemani suka dukanya
namun semua yang ia rasakan sama..
monoton.. flat.. tak berbeda..
kerap kali ia tersakiti.. tak jarang juga ia membalas apa yang telah dirasanya atas
perbuatan yang telah menyakitinya
hingga suatu ketika..
ia bertemu dengan lelaki.. yang mulanya tak jelas asal usulnya
mendekati.........
awalnya ia hanya biasa saja..
namun ketika ia tau sedikit tentang lelaki itu.. yang pertama kali
ia tau bahwa lelaki itu mempunyai aliran yang sama dengannya
yang sebelumnya tak pernah ia temukan pada lelaki2 yang pernah menjadi teman
dekatnya.
ia jadi semakin ingin mencari tau... siapa sebenaranya lelaki itu..
atas dasar apa lelaki itu mendekatinya.. hingga memberikan perhatian..
dan seringnya pandai berkata-kata, bersenandung..
yang dengan cepat dapat menakhlukkan perempuan berdarah biru itu.
semakin hari... semakin.........
(tu bi kontinyu)





Kamis, 22 November 2012

Kosong..

Pernahkah kau merasa?
tidak pernah merasa sepi?
Pernahkah kau merasa?
tidak pernah merasa sunyi?
aku tak pernah..
aku selalu.. merasakannya
Kosong..

Pernahkah Kau terbangun dan merasa semua semu?
Pernahkah kau inginkan lari dari dirimu, kini..
Itulah aku..
aku selalu merasakannya..
Kosong..

Senin, 05 November 2012

Alfannu + Batari

    Ya! Alfannu dan Batari.. 
Dua sejoli ini memiliki wajah yang nyaris sama, mirip, kembar
berawal dari pertemuan mereka di suatu tempat yang tak dapat di temukan di kehidupan dikehidupan nyata, tak terjamah..
dan hanya mereka.. yang bisa..
      Fanu adalah sosok lelaki yang sangat sempurna di mata Tari,
 ia sangat mengagungkan Fanu dimana Fanu adalah Kekasih hati Tari
begitupula dengan Tari, perempuan yang sangat dicintai Fanu, walau terkadang Tari sering membuat kegaduhan pada Fanu. namun Cinta mereka tetap terjaga, tak ada yang dapat memisahkan, dan diperkuat dengan janji-janji mereka yang tak akan pernah meninggalkan, saling melengkapi.
Sekalipun cinta mereka di tentang oleh Kedua orangtua Tari, namun keteguhan Tari 
tidak pernah goyah untuk tetap hidup bersama Fanu, sekalipun Tari harus mati ditangan orangtuanya sendiri. 
sebelumnya Tari telah dijodohkan oleh putra dari kerabat ayahnya, namun Tari menolak
berkali-kali ia di bujuk, namun tetap saja ia pada pendirian yang kuat..
dalam janjinya yang akan sehidup semati dengan Fanu.
      Malam itu, Ayah Tari datang membawa rombongan keluarga yang ingin dijadikan besan
oleh keluarganya. dan kala itu Tari dipertemukan oleh lelaki yang tak dikenal, 
yang sebenarnya itu adalah lelaki yang akan di jodohkan oleh orangtuanya.
dilihatnya lelaki itu dengan penuh kesinisan, Tari sangat tak suka. 
ia merasa hidupnya seperti dalam bermain drama yang sudah di skenario
oleh sang sutradara, yang harus menuruti perintah-perintahnya
dalam menjalani peran.
Setiap harinya batin Tari sangat tertekan, dengan bujukan-bujukan yang selalu ia 
temui setiap berganti hari..
nyaris Gila dibuatnya, Tari bahkan hampir sudah putus asa dalam memerankan
peran yang harus di lakoninya
Tari merasa , semuanya telah ingkar. tak ada satupun yang membelanya
untuk membebaskan diri dari kecaman itu. sampai ia mati rasa.
setiap tolakan yang Tari lontarkan, ia selalu mendapat hadiah berupa cambukan
dan itu ia dapat berulang-ulang kali, sampai ia mengeluarkan senyuman yang sangat manis yang didalamnya terdapat arti bahwa ia sangat terpukul, bukan hanya fisiknya
namun juga hatinya.
setiap malam, ia selalu berbincang pada bintang.. dengan menggunakan teropong yang
ia dapat dari Kakeknya yang kini telah tiada,,
ia selalu menuliskan kata pada dinding kamar, setiap usai perbincangan malamnya.
"mungkin aku telah mati rasa, aku takkan bisa merasakan apa-apa kecuali padamu yang bersinar yang selalu setia menemani malam-malamku yang kelam" begitu tuturnya dalam
hati yang kemudian ia tuliskan pada sudut dinding kamarnya
Tari memang beranggapan bahwa ia hidup berkesendirian, 
hanya menganggap malam sebagai teman
tidur lelapnya, dan pagi sebagai sahabat yang selalu membangunkan ia dari 
mimpi-mimpi.
tekanan dalam batinnya kini sudah mendarah daging, ia sudah tidak mengiharukan
lagi apa yang telah direncakan dan takdir yang diterimanya, sejatinya Batari adalah 
Wanita Tegar, kuat, ia pun bisa berontak jika ia sudah merasa terancam
dan tidak dihargai.
namun setelah sekian lama kini ia melemah, tak punya pilihan, tak punya pelindung
ia sendiri, dengan kekuatannya yang tak seberapa.
sampai akhirnya di suatu tempat yang tak bisa dijamah, ia bertemu lelaki
ya.. Alfannu namanya.. yang kini menjadi kekasih hati Batari.
Fanu, begitu panggilan akrabnya oleh Tari.
tak butuh waktu lama bagi Tari untuk menjadikannya tambatan hati. ia merasa sangat 
nyaman jika sudah berada di samping Fanu, merasa seperti dirumah ,
ya! "feels like home.."
begitu yang dirasanya..
Alfannu adalah seorang pelukis, ia sangat mencintai seni. begitupun Tari, ia dilahirkan
dalam lingkungan seni, Ibunya adalah seorang penari, yang kemudian diturunkan pada anak-anaknya sampai saat ini, termasuk Tari.
namun hubungan Fanu dengan Tari tak diketahui sama sekali oleh orangtua Tari
seperti tikus yang bersembunyi dari cengkraman kucing..
waktu demi waktu pun begulir.. sudah sekian lama tak terhitung berapa banyak
hari yang telah Tari habiskan dengan Fanu. Hanya berdua, menjalin kasih.. berbagi
suka duka.. tawa, canda, tangis,amarah, semuanya telah mereka rasakan dan lewati bersama
Jarak tak berarti apa-apa bagi mereka.. tak bisa mengalahkan segala apa yang di laluinya
hingga akhirnya orangtua Tari mengetahui kedekatan hubungan mereka..
dipanggillah Tari untuk menghadap orangtuanya,, ayahnya murka..
tak merestui hubungan keduanya, karna telah dijanjikan Tari akan dinikahkan
oleh yang sudah ditetapkan, dan lagi-lagi Tari menolak karna setiap alasan yang
ia lontarkan tak pernah digubris bahwa ia ingin hidup dengan lelaki yg ia cintai.
yang lebih membuatnya murka, Tari menyatakan bahwa ia tengah mengandung anak dari Fanu, seperti sambaran petir, kembali Tari mendapat cambukan, namun Tari tak 
bisa merasakan cambukan itu, ia tak merasakan apa-apa
tak juga merasakan kesakitan.
dipanggilah Fanu untuk menhadap ayah Tari. 
ketika ayahnya menanyakan perihal kehamilan Tari, Fanu tak mengakui
bahwa ia telah menghamili Tari, karna memang Fanu tak melakukannya.
Tari kecewa atas pernyataan Fanu, 
"kenapa kau tidak mengiyakan pernyataanku? kau tak mau menikah denganku?"
ucap Tari dengan nada pedih disertai tangisan
"kau bodoh! mengapa harus seperti itu?" jawab Fanu
"aku tidak punya alasan lain lagi, itu alasan terakhirku agar kita direstui"
"tapi bukan seperti itu caramu!!!" Fanu dengan nada marah
Tari hanya menangis, Fanu berlalu perlahan.. ia pergi meninggalkan rumah Tari

"aku merasa tak ada yang melindungiku, untuk apa lagi aku disini" Tari yang kala
itu putus asa dan merasakan perih yang teramat dalam atas apa yang terjadi
padanya

Tari kemudian pergi ke tempat Fanu, namun ia tak mendapati Fanu berada disitu
Tari semakin putus asa, tangisannya sudah tak bisa dibendung lagi
ia sangat membutuhkan Fanu, untuk bersandar..
tak lama ia menuliskan sepucuk surat untuk Fanu..
"Sayangku, siksaan ini tak ada artinya bagiku
dibanding aku harus kehilanganmu atas salah yang kuperbuat
mungkin caraku salah melakukan ini
tapi.. aku yakin takkan kehilangan cintamu walau kau menghilang
ragamu boleh pergi, tapi cintamu takkan pergi dari hati ini, kunci untuk
membuka hatikupun hilang entah kemana, kau akan tetap tinggal disini, dihatiku
sekalipun nanti, ketika kau temukan aku sudah tak bernyawa lagi, cinta ini
akan tetap hidup untuk memperhatikan setiap gerak gerikmu,
tersenyumlah untuk bahagiaku..
aku.... mencintaimu.... lebih...."


malam hari ketika Fanu pulang ke tempatnya, ia mendapati pintu yang terbuka seperti
ada seseorang yang telah memasuki kamarnya
didapatinya surat dari Tari, yg kemudian ia baca.
seketika itu Fanu bergegas menuju rumah Tari, dengan memberanikan diri bertemu orangtua Tari, dengan pebuh harapan
ia ingin meminta Tari untuk dijadikan pendamping hidup Fanu.
namun sesampainya di rumah Tari, ia melihat sekerumunan orang yang tengah duduk
di teras rumah Tari, ia melihat sekelebat seperti bendera kuning.
Fanu masih tak paham apa yang terjadi di rumah Tari, ia lalu menghampiri
dan tak diduga, di dalam ruangan rumah Tari, ia mendengar isak tangis keluarga
dan sebagian besar yang melafadzkan ayat-ayat al-Quran
Ibunya berteriak memanggil nama Tari sembari mengusap-usap wajah yang
tertutupi kain putih
Fanu mendekati siapa wajah yang Ibunya usap-usap itu, perasaanya sudah tak enak
tak karuan.. seketika ia buka kain putih itu
yang ia lihat wajah cantik Tari yang sangat Pucat sudah tak bernyawa
Fanu terkejut melihat Perempuan yang sangat dicintainya sudah terbujur kaku
Tari meninggal, setelah berlalu dari tempat Fanu..
ia tertabrak container, mengalami luka berat.. belum sempat sampai di Rumah Sakit
ia sudah menghela nafas panjang untuk yang terakhir kalinya
begitu pilu atas kepergian Tari, Ayahnya meronta, murka
begitu dalam penyesalan atas kepergian Putri terakhirnya, ia menyalahkan diri..
berkali-kali ia tak sadarkan diri, kembali meronta.. ingin Tari kembali
namun.. Nasi sudah menjadi bubur..
semua mimpi-mimpi Tari terkubur bersama jasadnya
Fanu pun sangat terpukul dengan kepergian kekasihnya
namun,,, Tari masih tetap dapat memperhatikan Fanu
Fanu pun yakin bahwa Tari masih hidup dan akan tetap hidup..
di hatinya..
berbisik Tari pada Fanu yang memeluk pusara makam Tari 
"aku masih mampu untuk menemanimu sayang,selamanya.. "
Fanu pun menjawab "ya! sampai kita dipertemukan kembali pada kehidupan yang takkan ditemui dikehidupan nyata"
Fanu merasakan kehadiran Tari, dan setiap harinya Fanu selalu tersenyum untuk Tari.. ia yakin Tari selalu ada disampingnya... karna ketulusan Cinta..






















Jumat, 05 Oktober 2012

`Sang Kamaratih`



Semilir angin wayah wengi nggawa rasa jroning ati
rasa kang ora bisa diwedhar kanthi weninging nalar

saben-saben mung tansah kelingan
pengin tansah sesandhingan
hanut runtung reruntungan
kadya mimi lan mintuna
gandeng renteng rerentengan
pindha kamanjaya lan kamaratih
dewa dewining asmara
bebarengan sesandhingan
mecaki endahing dina-dina swarga donya
cah ayu
marang sliramu arah pangarasaning atiku tumuju
wanodya kang pindha dewi supraba
sekaring para dewa widhara

Senin, 24 September 2012

Dear Allah ~

Allah , aku ingin buat Kau jatuh cinta

   Allah, jika kesibukan dan kelelahan ini mampu
membuat Kau jatuh cinta padaku
maka aku akan berlelah dalam menikmati kesibukan ini
        maka aku akan berusaha untuk tidak menutupkan kedua mataku
        maka aku akan terus melangkahkan kaki ini

Maka aku akan terus mengais nikmat yang Kau tebarkan
       dimuka bumi ini
aku akan lakukan apapun, asalkan bisa membuat
       Kau Jatuh Cinta padaku....



Maliyaa ~